REKONTRUKSI HUKUM PERGURUAN TINGGI DALAM KEMANUNGGALAN AGAMA: Sains dan Teknologi (Kajian Analisis Dalam Bingkai Konstitusi & Regulasi)
Detail Produk REKONTRUKSI HUKUM PERGURUAN TINGGI DALAM KEMANUNGGALAN AGAMA: Sains dan Teknologi (Kajian Analisis Dalam Bingkai Konstitusi & Regulasi)
Penulis :
Prof. Dr. H. Sugianto, S.H., M.H.
Usman, S.Sos., M.Su.
Qisti Fauziyah Sugianto, S.H., M.Kn.
Penerbit : PT Kirei Nara Press
Ukuran Buku : Unesco
Ketebalan : 200 Halaman
ISBN : proses
Sinopsis
Salah satu persoalan mendasar yang dibahas dalam buku ini adalah hubungan antara agama, sains, dan teknologi dalam penyelenggaraan perguruan tinggi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat telah memberikan perubahan besar terhadap kehidupan manusia, mulai dari transformasi digital, kecerdasan buatan, bioteknologi, teknologi informasi, hingga berbagai bentuk inovasi yang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan. Kemajuan tersebut memberikan manfaat yang besar bagi manusia, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan persoalan etika, moral, sosial, dan hukum. Oleh karena itu, pengembangan sains dan teknologi tidak dapat hanya didasarkan pada pertimbangan kemampuan teknis dan efisiensi, tetapi juga harus memperhatikan nilai-nilai agama, kemanusiaan, etika, dan tanggung jawab sosial. Kemanunggalan agama, sains, dan teknologi dalam buku ini dipahami sebagai suatu paradigma yang menempatkan ketiganya dalam hubungan yang harmonis dan saling melengkapi dalam rangka mewujudkan kemajuan ilmupengetahuan yang tetap berorientasi pada kemaslahatan manusia. Kemanunggalan agama, sains, dan teknologi menjadi semakin penting karena perguruan tinggi merupakan ruang utama tempat ilmu pengetahuan dikembangkan, diuji, ditransformasikan, dan dimanfaatkan bagi kehidupan masyarakat. Sains memberikan landasan epistemologis dan metodologis bagi pengembangan pengetahuan, teknologi menjadi sarana untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan, sedangkan agama memberikan orientasi nilai, etika, dan moral agar ilmu pengetahuan serta teknologi tidak kehilangan arah kemanusiaannya. Dengan demikian, integrasi ketiga unsur tersebut diharapkan mampu membangun perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik dan inovasi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, tanggung jawab moral, serta kepekaan terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.
